Entri Populer

Senin, 21 Oktober 2013

EVALUASI CAPAIAN PROGRAM SEMESTER I


BAB  I

P E N D A H U L U A N

1.1. Latar Belakang

Penduduk sebagai salah satu modal dasar pembangunan memiliki peran yang sangat penting baik secara individu maupun sebagai suatu komunitas sosial dalam pembangunan bangsa. Selanjutnya pembangunan yang dilakukan dan diupayakan tersebut tidak saja diharapkan untuk menghasilkan kemakmuran dan kesejahteraan semata tetapi juga harus menghasilkan manusia yang berkualitas dalam rangka  mengisi dan melanjutkan dasar-dasar pembangunan yang telah diletakkan. Dalam Undang-undang RI Nomer 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembanguan Keluarga, pada pasal 18 disebutkan bahwa Pengendalian kualitas penduduk dilakukan untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara jumlah penduduk dengan lingkungan hidup baik yang berupa daya dukung alam maupun daya tampung lingkungan serta kondisi perkembangan sosial ekonomi dan budaya. Untuk mengatasi masalah tersebut BKKBN berupaya memfasilitasi agar penduduk tidak hanya dijadikan sebagai obyek dari pembangunan namun harus dapat diletakkan pada tempat terhormat sebagai subyek pembangunan. Program Kependudukdn dan Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu bagian strategis dari Pembangunan Nasional diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas penduduk dan menekan laju pertumbuhan penduduk yang berdampak buruk terhadap suplai bahan pangan dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan kata lain bahwa pertumbuhan penduduk yang tinggi akan memperlambat pembangunan di segala bidang. Ada tiga alasan pokok mengapa pertumbuhan penduduk harus mendapatkan penanganan serius antara lain: 1). mempersulit pilihan antara apakah meningkatkan konsumsi saat ini atau melakukan investasi untuk kebutuhan konsumsi dimasa mendatang. 2). wilayah yang penduduknya tergantung pada sektor pertanian dengan pertumbuhan penduduk yang cepat akan mengancam keseimbangan antara sumber daya alam yang langka dan terbatas dengan jumlah penduduk. 3). semakin sulit melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan perubahan ekonomi dan sosial.
Disamping itu tingginya kelahiran merupakan penyumbang utama bagi pertumbuhan suatu wiayah dengan cepat dan mekarnya wilayah pemukiman pasti akan membuka masalah baru dalam menata dan atau mempertahankan kesejahteraan warganya. Untuk itu program Keluarga Berencana (KB) melalui upaya pengaturan dan perencanaan kelahiran secara mikro akan dapat membantu keluarga untuk mengembangkan kualitas sumber daya anggotanya, karena dengan jumlah anak yang ideal atau penganutan nilai keluarga kecil, keluarga akan lebih efektif dalam melakukan pengasuhan, pembinaan terhadap  anggota keluarga dan keluarga memiliki peluang yang lebih besar dalam pengembangan aktivitas ekonomi keluarga. Disamping itu pertumbuhan penduduk yang cepat yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya alam dan manusia yang memadai tentu akan menjadi beban dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu Program KB pada dasarnya bukan merupakan program untuk membatasi jumlah anak akan tetapi merupakan program perencanaan dan pengaturan ideal jumlah anggota keluarga dalam rangka pemenuhan aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga yang secara makro bertujuan untuk membantu penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan bagi pelaksanaan pembangunan dan merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang handal dimasa depan.

1.2. T u j u a n
Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah sebagai :
·    Laporan hasil kinerja pelaksanaan program KB di wilayah kerja UPTB PP dan KB Kecamatan Masbagik sampai dengan bulan Juni 2012, untuk melihat sampai sejauh mana input program dan capaian kinerja sebagai landasan operasional  semester berikutnya.
·  Memberikan informasi secara jelas dan rinci mengenai perkembangan program KB/KR, KS/PK dan program penguatan kelembagaan serta jejaring KB sampai dengan bulan Juni 2012 diwilayah Kecamatan Masbagik.
·    Memberikan deskripsi tentang pencapaian target program pelayanan KB dan KS sampai dengan bulan Juni 2012 diwilayah Kecamatan Masbagik
1.3.  Ruang Lingkup
Ruang lingkup evaluasi program meliputi tenaga pengelola program KB di tingkat Kecamatan, Desa, Dusun sampai ketingkat RT, semua aspek program, dan pendanaan, sarana dan prasarana pendukung lancarnya pelaksanaan program.

1.4. Periode Evaluasi
Laporan ini mencakup evaluasi program Keluarga Berencana (KB) selama enam bulan pertama (semester I) yaitu bulan Januari sampai dengan Juni 2012 yang merupakan kelanjutan program dari periode sebelumnya.

1.5. Metodologi
Metodologi analisa yang digunakan pada evaluasi program Keluarga Berencana (KB) semesteran ini, yaitu menggunakan Input-Output Analisis System yang akan membandingkan ketersediaan sarana, prasarana, dan tenaga program serta output yang dihasilkan dari input yang ada.







BAB II

I N P U T   P R O G R A M


2.1.  Ketenagaan
Tenaga Program tingkat Kecamatan adalah tenaga Kabupaten yang diperbantukan di tingkat Kecamatan dengan jabatan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan atau Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PPLKB) yang dikoordinir oleh seorang Kepala Unit Pelaksana Teknis dan Kepala Sub-Bagian Tata Usaha. Jumlah tenaga Program tingkat Kecamatan sebanyak 2 orang yang terdiri dari tenaga struktural, sedangkan tenaga Program ditingkat Desa sebanyak 10 orang yang terdiri dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebanyak 7 orang dan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebanyak 1 orang ditambah tenaga sukarela 2 orang. Ini artinya dari 10 ( sepuluh ) desa yang ada di wilayah Kecamatan Masbagik rata-rata telah memiliki Petugas Lapangan KB, namun disi lain jika dilihat dari rasionya baik terhadap PUS, Kepala Keluarga, Penduduk serta lainnya maka jumlah ini masih belum memadai, karena untuk dapat melaksanakan tugas secara maksimal idealnya satu Petugas Lapangan KB membina 1000 PUS, namun kenyataannya 1 orang PLKB ada yang membina lebih dari 1000 PUS dalam 1 desa.

2.2.  Alat Kontrasepsi
Dalam rangka menekan laju pertumbuhan penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB), pemerintah menyediakan Alat Kontrasepsi (Akon) gratis bagi keluarga ( prioritas bagi keluarga Pra Sejahtere dan KS I ) sehingga apa yang dihajatkan pemerintah dapat tercapai. Sementara itu bagi keluarga mampu ( KS II, KS III dan KS III plus )lebih diarahkan kepada kemandirian. Distribusi Alat Kontrasepsi dari Pusat ke Daerah merupakan wujud kepedulian pemerintah dalam mensejaterakan rakyatnya. Dropping Alat Kontrasepsi dari BKKBN Pusat melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Lombok Timur sampai dengan bulan Juni 2012 tercatat sebagaimana tabel berikut ini :
        
Tabel 2.1 : Droping Alat Kontrasepsi (Alkon) Kecamatan Masbagik
Sampai Dengan Bulan Juni 2012

NO
BULAN
ALKON
   PIL
SUNTIKAN
IMPLANT
IUD
KONDOM
1
Januari 
3100
2650
10
25
24
2
Februari
0
0
85
0
0
3
Maret
100
100
95
0
0
4
April 
3700
2750
60
25
145
5
Mei
0
0
0
0
0
6
Juni
100
140
260
0
0
J u m l a h
7000
5640
510
50
169
  Sumber data : F/II/KB, diolah

Jumlah alat kontrasepsi diatas digunakan untuk pembinaan peserta KB aktif dan memenuhi kebutuhan akseptor KB baru sebagaimana hasil pencapaian program sampai dengan bulan Juni 2012.

2.3.   Perkembangan Intitusi Masyarakat Pedesaan (IMP)
Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari PLKB/PKB  ditingkat lini lapangan memiliki kontribusi yang sangat besar dalam rangka mensukseskan pelaksanaan program KB ditingkat lini lapangan. Sebagai Institusi  pengelola program KB pada tingkat lini lapangan, maka Institusi Masyarakat Pedesaan perlu dibina, diberdayakan serta ditumbuh kembangkan agar mampu melaksanakan peran bahaktinya secara maksimal sehingga mampu menggerakkan dan memberdayakan seluruh masyakat dalam program Keluarga Berencana. .
Keberhasilan Program KB selama ini merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat melalui Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang ada seperti PPKBD, Sub PPKBD, Kelompok KB, Dasa Wisma sampai kepada institusi keluarga, disamping itu pula tidak terlepas dari  Peranan Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat (Toma), Tokoh Adat, Karang Taruna,Tokoh Pemuda dan lainnya melalui wadah pondok-pondok pesantren, lembaga-lembaga sosial  dalam melakukan berbagai macam kegiatan yang meliputi : Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), Pembinaan dan Pelayanan   kontrasepsi kepada PUS , Registerasi, Pelaporan, Rujukan dll. Sampai dengan akhir juni 2012 kondisi perkembangan Institusi Masyarakat Pedesaan di Kecamatan Masbagik dapat kami laporkan sebagai berikut : Pembantu Petugas Keluarga Berencana Desa (PPKBD) sebanyak 10, Sub Pembantu Petugas Keluarga Berencana Desa (Sub-PPKBD) sebanyak 77, Kelompok KB sebanyak 73 kelompok. Secara kualitas Institusi Masyarakat Pedesaan yang ada diwilayah Kecamatan Masbagik rata-rata berada pada klasifikasi berkembang dengan peran bhakti yang dilaksanakan antara 3 sampai dengan 6 peran.

2.4.   Kelompok Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga .
Untuk meningkatkan ketahanan dan pemberdayaan keluarga sebagai upaya mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera, pemerintah menempuh berbagai kebijakan yang dituangkan dalam beberapa program, diantaranya melalui Program Peningkatan Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Keluarga. Program ketahanan keluarga bertujuan mengembangkan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak, pembinaan remaja, perawatan keluarga lansia serta peningkatan kualitas lingkungan keluarga. Bentuk program ini meliputi ;
1.   Program Bina Keluarga Balita (BKB)
2.   Program Bina Keluarga Remaja (BKR)
3.   Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL)
4.   Program Bina Lingkungan Keluarga (BKLK)
Sedangkan program pemberdayaan ekonomi keluarga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian keluarga (khususnya para istri) di bidang usaha dalam rangka ikut membantu suami dalam penguatan ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) .
2.5.   Sumber Dana
Dalam pelaksanaan Program KB di Kecamatan Masbagik sampai dengan Juni 2012  belum memiliki dana operasional yang memadai khususnya untuk Petugas Lapangan KB yang ada pada masing-masing wilayah di Kecamatan Masbagik baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD I) maupun yang bersumber dari APBD II Kabupaten Lombok Timur.



                                                                                                      BAB III
                                                                                   O U T P U T     P R O G R A M

Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) peserta KB Baru tahun 2012 disepakati sebesar 3.694 (88,97 %) dari total Unmeetneed awal tahun 2012 sebesar 4.152  dengan rincian permix kontrasepsi sebagai berikut : IUD: 450 (12,18 % ), MOP: 25 (0,68 % ), MOW: 100 (2,71 % ),  Implant : 350 (9,47 %), Suntikan : 1.579 (42,74 %), Pil : 1.140 (30,86 %),  dan Kondom : 50 (1,35 % ). Untuk memudahkan pemahaman mengenai PPM ini dapat dicermati pada grafik berikut :

 Grafik 3.1 : Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) Peserta KB  Baru
              UPTB PP dan KB Kec. Masbagik – Tahun 2012



3.1.   Peserta KB Baru

Sampai dengan akhir Juni 2012 jumlah Pasangan Usia Subur yang berhasil dimotivasi untuk menjadi peserta KB Baru diwilayah Kecamatan Masbagik adalah  mencapai 2.050 Akseptor (55,49 % dari PPM PB sebesar 3.964) dengan rincian permik kontrasepsi : IUD : 118, MOP : 0, MOW : 8, Kondom : 38, Implan : 284, Suntikan : 1.243 dan Pil : 359  dengan rincian perdesa sebagaimana terlihat pada tabel berikut :
Tabel 3.1 : Data Capaian Peserta KB Baru UPTB PP dan KB
Kecamatan Masbagik Sampai Juni Tahun 2012

NO.
DESA
PPM
PESERTA KB BARU

(%)
IUD
MOW
MOP
KDM
IPL
STK
PIL
TOTAL
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
1
 Masbagik Utara
338
18
0
0
5
24
128
12
187
55,32
2
 Masbagik Selatan
460
51
0
0
4
37
302
120
514
111,7
3
 Masbagik Timur
314
0
0
0
0
29
77
0
106
33,74
4
 Paok Motong
485
8
5
0
15
25
125
51
229
46,19
5
 K e s i k
287
5
0
0
2
23
88
56
174
60,61
6
Danger
525
5
2
0
0
32
126
23
188
35,81
7
 Ld. Nangka
349
24
0
0
1
52
196
42
315
90,26
8
 Mgk. Utara Baru
284
2
0
0
2
18
75
6
103
36,27
9
 Ld. Nangka Utara
474
1
1
0
9
34
64
27
136
28,69
10
 Kumbang
178
4
0
0
0
10
62
22
98
55,06

 JUMLAH
3694
118
8
0
38
284
1.243
359
2.050
55,49

PROSENTASE
5,76
0,39
0
1,85
13,85
60,63
17,51

       Sumber data : FF/II/KB diolah
Dari data pada tabel di atas terlihat  bahwa persentase tertinggi jumlah pencapaian peserta KB baru sampai dengan bulan Juni 2012  terdapat di Desa Masbagik Selatan dengan capaian sebanyak 514 akseptor (111,7 %) dari jumlah PPM PB tahun 2012 sebesar 460, sedangkan Desa dengan pencapaian Akseptor Baru terendah adalah Desa Lendang Nangka Utara dengan pencapaian sejumlah 136 akseptor ( 28,69 % ) dari total PPM PB tahun 2012 sebesar 474.
Dilihat dari trend pencapaian peserta KB Baru terhadap penggunaan kontrasepsi pada desa-desa diwilayah Kecamatan Masbagik, maka penggunaan kontrasepsi masih didominasi oleh kontasepsi sederhana yaitu sejumlah 1.640 ( 80,00 % ) dari pencapaian Akseptor Baru sebanyak 2.050. Hal ini merupakan tantangan bagi kami khususnya pengelola program Keluarga Berencana ditingkat lini lapangan, karena baimanapun penggunaan alat kontrasepsi sederhana ini sangat rentan terhadap drop out apabila tidak dibina secara intensif lebih-lebih dengan masih lemahnya institusi masyarakat pedesaan yang ada dimasing-masing desa.

3.2.   Peserta KB Aktif
Jumlah Pasangan Usia Subur yang berhasil dibina untuk menjadi peserta KB Aktif sampai dengan bulan Juni tahun 2012 di Kecamatan Masbagik tercatat sejumlah 15.683 Akseptor ( 73,85 % ) dari total PUS sebanyak 21.237, atau 104,25 % dari PPM PA Tahun 2012 sebesar 15.043, dengan rincian permik kontrasepsi sebagaimana terlihat pada tabel berikut ini :

Tabel 3.2 : Data Capaian Peserta KB Aktif UPTB PP dan KB
Kecamatan Masbagik Sampai Juni Tahun 2012

NO.
DESA
PUS
PPM
PESERTA KB AKTIF

%
/  PUS
% /PPM
IUD
MOW
MOP
KDM
IPL
STK
PIL
TOTAL
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
1
Masbagik Utara
1.985
1.448
193
66
0
18
235
630
372
1.514
76,27
104,5
2
Masbagik Selatan
2.938
2.116
500
48
0
26
207
927
416
2.124
72,29
100,38
3
Masbagik Timur
1.823
1.247
43
39
0
15
303
601
387
1.388
76,14
111,31
4
Paok Motong
3.224
2.051
217
52
4
57
84
1084
958
2.456
76,18
119,75
5
K e s i k
1.851
1.329
136
26
0
17
178
638
336
1.331
71,91
100,15
6
D a n g e r
2.875
2.094
147
91
0
2
217
1.090
443
1.990
69,22
95,03
7
Ld. Nangka
1.911
1.375
100
28
0
11
368
823
270
1.600
83,73
116,36
8
Mgk. Utara Baru
1.577
1.164
75
56
0
18
333
470
232
1.184
75,08
101,72
9
Ld. Nangka Utara
1.939
1,410
47
19
0
26
155
666
392
1.305
67,30
92,55
10
Kumbang
1.114
809
74
26
0
2
55
424
210
791
71,01
97,78

JUMLAH
21.237
15.043
1.532
451
4
192
2.135
7.353
4.016
15.683
73,85
104,25
 Sumber data : F/I/Dal/Des 2012 diolah

Dari data tabel di atas terlihat bahwa prosentase tertinggi jumlah peserta KB aktif terhadap PUS sampai dengan bulan Juni 2012 terdapat di Desa Lendang Nangka dengan pencapaian sebanyak 1.600 akseptor (83,75%) dari jumlah PUS sebesar 1.911, dan prosentase terendah terdapat di Desa Lendang Nangka Utara dengan jumlah pencapaian sebesar 1.305 ( 67,30 % )  dari jumlah PUS sebesar 1.939. Sedangkan jika dilihat prosentase pencapaian terhadap PPM PA Tahun 2012, maka pencapaian peserta aktif tertinggi ada di Desa Paok motong dengan pencapaian 119,75 % dari PPM PA sebesar 2.051, dan desa yang paling rendah pencapaiannya adalah Desa Lendang Nangka Utara dengan pencapaian 92,55 % dari total PPM PA sebesar 1.410.  Untuk melihat trend perkembangan pencapaian peserta KB Aktif perbulan diwilayah Kecamatan Masbagik sampai dengan bulan juni 2012 dapat kami tampilkan seperti grafik dibawah ini :

Grafik 3.2 : Trend Perkembangan Capaian Peserta KB  Aktif Perbulan
Kec.Masbagik Sampai Dengan Juni 2012


3.3.Pencapaian Peserta KB Aktif Jalur Swasta

Dari pencapaian peserta KB aktif sebagaimana yang kami tampilkan pada tabel nomer 3.2 diatas, 4.342 akseptor ( 27,69 % ) dilayani melalui jalur swasta ( dilayani pada dokter atau bidan praktik swasta ) dengan rincian permix kontrasepsi : IUD : 536 (34,88 % ) dari jumlah CU sebanyak 1.535 akseptor, MOW : 43 ( 09,53 % ) dari jumlah CU sebanyak 451, Kondom : 22 ( 11,40 % ) dari jumlah CU sebanyak 193, Implan : 371 ( 17,38 % ) dari jumlah CU sebanyak 2.135, Sumtikan : 2.519 ( 34,26 % ) dari jumlah CU sebanyak 7.253, dan Pil sebanyak 851 ( 21,19 % ) dari CU pil sebanyak 4.016 akseptor. Dari data yang kami uraikan diatas terlihat bahwa tingkat kemandirian dalam penggunaan kontrasepsi oleh PUS peserta KB di  Kecamatan Masbagik masih tergolong rendah yaitu kurang dari 30 %.   Adapun pencapaian peserta KB swasta perdesa dapat kami sajikan sebagaiman pada tabel berikut :
Tabel 3.3.Data Pencapaian Peserta KB Aktf Swasta Perdesa Kec. Masbagik 
Permix Kontrasepsi Sampai Juni 2012
NO.
DESA
PUS
PA
PENCAPAIAN PA SWASTA PER MIX KONTRASEPSI

%
PS / PA
IUD
MOW
MOP
KDM
IPL
STK
PIL
TOTAL
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
1
Masbagik Utara
1.985
1.514
84
0
0
0
9
362
156
611
40,37 %
2
Masbagik Selatan
2.938
2.124
262
16
0
12
84
303
60
737
34,69 %
3
Masbagik Timur
1.823
1.388
0
1
0
0
68
123
109
301
21,76 %
4
Paok Motong
3.224
2.456
39
13
0
10
31
305
80
478
19,46 %
5
K e s i k
1.851
1.331
20
1
0
0
32
193
118
364
27,35 %
6
D a n g e r
2.875
1.990
62
4
0
0
0
573
80
719
36,13 %
7
Ld. Nangka
1.911
1.600
24
6
0
0
60
172
56
318
19,88 %
8
Mgk. Utara Baru
1.577
1.184
37
0
0
0
63
248
97
445
37,58  %
9
Ld. Nangka Utara
1.939
1.305
8
2
0
0
24
99
65
198
15,17 %
10
Kumbang
1.114
791
0
0
0
0
0
141
30
171
21,62 %

JUMLAH
21.237
15.683
536
43
0
22
371
2.519
851
4.342
27,69 %
Sumber data : F/I/Dal 2012, diolah

Dari data tabel diatas terlihat bahwa desa yang pecapaian peserta KB swasta tertinggi adalah Desa Masbagik Utara dengan pencapaian 611 akseptor atau 40,37 % dari total peserta KB Aktif sebanyak 1.514 akseptor, sedangkan desa yang pencapaian peserta KB swastanya paling rendah yaitu Desa Lendang Nangka Utara dengan pencapaian 198 akseptor atau 15,17 % dari total peserta KB Aktif sebanyak 1.305 akseptor.

3.4.  Pencapaian Peserta KB MKJP
  Sampai dengan bulan juni 2012 jumlah peserta KB yang menggunakan Methode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kecamatan Masbagik tercatat sebanyak 4.122 akseptor      (26,28 % ) dari total CU sebanyak 15.683 akseptor dengan rincian  permix kontrasepsi IUD : 1.532 ( 37,17 %), Implan 2.135 (51,80 %) dan sisanya MOP dan MOW sejumlah 455 (11,04 %). Adapun pencapaian MKJP perdesa dapat dilihat pada tabel 3.3.
3.5.  Program Ketahanan Keluarga

       Program ketahanan keluarga bertujuan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak, pembinaan remaja, perawata lansia serta peningkatan kualitas lingkungan keluarga.
    a.  Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB)
Gerakan nasional Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu upaya untuk    mewujudkan pembangunan keluarga sejahtera yang mendudukkan keluarga sebagai lingkungan dan wahana pendidikan pertama dan utama bagi anak-anak balita melalui rangsangan fisik, mental intelektual, spiritual, sosial, emosional serta moral yang bertumpu pada nilai-nilai agama dan nilai luhur budaya bangsa sebagai upaya membina tumbuh kembang anak balita secara menyeluruh dan terpadu.
 
  b.   Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR)
Bina Keluarga Remamaja (BKR) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh keluarga yang mempunyai anak remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua atau keluarga lain dalam pembinaan tumbuh kembang anak dan remaja. Kelompok Bina Keluarga berperan membimbing dan mengarahkan anak hidup sehat lahir dan bathin, terhindar dari Napza, HIV-AIDs. Dengan ini remaja kita diharapkan dapat menyaring budaya yang datang dari luar yang tidak sesuai dengan budaya, norma dan agama kita.

   c. Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL)
Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) merupakan kelompok yang bergerak dibidang social yang memberikan perhatian kepada kaum lansia. Keberadaan wadah Bina Keluarga Lansia ini diharapkan mampu berfungsi sebagai wahana bagi keluarga lansia khususnya dalam rangka membantu para lansia untuk memahami dan mengatasi berbagai permasalahan lansia didalam masyarakat.

   d. Kelompok Bina Kualitas Lingkungan Keluarga (BKLK)
Upaya meningkatkan kualitas lingkungan keluarga untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan peran keluarga dalam pemeliharaan lingkungan fisik maupun non-fisik, sehingga dapat tercipta hubungan yang harmonis agar keluarga dengan lingkungan sekitar dapat mewujudkan keluarga berkualitas.
Kelompok Bina Kualitas Lingkungan Keluarga (BKLK) diharapkan sebagai percontohan  dalam menata lingkungan yang bersih dan sehat dengan dilandasi semangat gotong royong dan kebersamaan.
Sampai dengan bulan Juni 2012 tercatat kelompok Ketahanan Keluarga di Kecamatan  Masbagik, sebagai berikut :

Tabel 3.3 : Data Jumlah Kelompok Ketahanan Keluarga
UPTB PP dan KB Kec. Masbagik Sampai Bulan Juni Tahun 2012

NO
DESA
JUMLAH KELOMPOK
KET
BKB
BKR
BKL
BKLK
1
2
3
4
5
6
7
1
 Masbagik Utara
2
0
0
0

2
 Masbagik Selatan
1
0
0
0

3
 Masbagik Timur
0
0
0
0

4
 Paok Motong
1
0
0
0

5
 K e s i k
0
0
0
0

6
Danger
0
0
0
0

7
 Ld. Nangka
1
0
0
0

8
 Mgk. Utara Baru
0
0
0
0

9
 Ld. Nangka Utara
0
0
0
0

10
 Kumbang
0
0
0
0


 JUMLAH
5
0
0
0

       Sumber data : Laporan Bulanan KB, Kec. Masbagik.                                             

3.6. Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.
Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) merupakan program pemberdayaan ekonomi keluarga yang dikembangkan  oleh sektor Keluarga Berencana . Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan kemandirian keluarga serta masyarakat melalui pemberdayaan keluarga dibidang ekonomi dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan sejahtera. Sampai dengan saat ini jumlah kelompok UPPKS yang dapat dicermati pada data berikut :

                    Tabel 3.4 : Data Jumlah Kelompok Pemberdayaan Keluarga (UPPKS)
                             UPTB PP dan KB Kec. Masbagik Tahun 2012

NO
DESA
JUMLAH KELOMPOK UPPKS
JUMLAH MODAL
1
2
3
4
1
 Masbagik Utara
3
Rp  30.000.000,-
2
 Masbagik Selatan
0
-
3
 Masbagik Timur
2
        Rp  10.000.000,-
4
 Paok Motong
2
Rp  10.000.000,-
5
 K e s i k
0
-
6
Danger
1
-
7
 Ld. Nangka
5
Rp  25.000.000,-
8
 Mgk. Utara Baru
0
-
9
 Ld. Nangka Utara
0
-
10
 Kumbang
0
-

 JUMLAH
11
Rp. 75.000.000,-
       Sumber data : F/I/Dal/2012


                                                                                                        BAB IV
                                                                                                P  E  N  U  T  U  P

Laporan pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Masbagik ini disusun sebagai evaluasi dan sarana menjaring feedback pelaksanan program Keluarga Berencana (KB) oleh pihak pelaksana program Keluarga Berencana (KB) tingkat Kecamatan Masbagik, serta pihak-pihak terkait. Disamaping itu, diharapkan penyampaian laporan ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian  dalam rangka  penyusunan dan penetapan perencanaan serta pembuatan kebijakan oparasional  pengendalian program untuk periode berikutnya.


***

                                                     Drs. Syamsuddin
                            UPTB PP & KB Kec.Masbagik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar