BAB I
P E N D A H U L U A N
1.1. Latar Belakang
Penduduk sebagai salah satu modal
dasar pembangunan memiliki peran yang sangat penting baik secara individu maupun sebagai
suatu komunitas sosial dalam pembangunan bangsa. Selanjutnya
pembangunan yang dilakukan dan diupayakan tersebut tidak saja diharapkan untuk menghasilkan
kemakmuran dan kesejahteraan semata tetapi juga harus menghasilkan manusia yang
berkualitas dalam rangka mengisi dan
melanjutkan dasar-dasar pembangunan yang telah diletakkan. Dalam Undang-undang
RI Nomer 52 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembanguan
Keluarga, pada pasal 18 disebutkan bahwa Pengendalian kualitas penduduk
dilakukan untuk mewujudkan keserasian, keselarasan dan keseimbangan antara
jumlah penduduk dengan lingkungan hidup baik yang berupa daya dukung alam
maupun daya tampung lingkungan serta kondisi perkembangan sosial ekonomi dan
budaya. Untuk mengatasi masalah tersebut BKKBN berupaya memfasilitasi agar
penduduk tidak hanya dijadikan sebagai obyek dari pembangunan namun harus dapat
diletakkan pada tempat terhormat sebagai subyek pembangunan. Program Kependudukdn
dan Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu bagian strategis dari
Pembangunan Nasional diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan
kualitas penduduk dan menekan laju pertumbuhan penduduk yang berdampak buruk
terhadap suplai bahan pangan dan pengembangan sumber daya manusia. Dengan kata
lain bahwa pertumbuhan penduduk yang tinggi akan memperlambat pembangunan di
segala bidang. Ada tiga alasan pokok mengapa pertumbuhan penduduk harus
mendapatkan penanganan serius antara lain: 1). mempersulit pilihan antara
apakah meningkatkan konsumsi saat ini atau melakukan investasi untuk kebutuhan
konsumsi dimasa mendatang. 2). wilayah yang penduduknya tergantung pada sektor
pertanian dengan pertumbuhan penduduk yang cepat akan mengancam keseimbangan
antara sumber daya alam yang langka dan terbatas dengan jumlah penduduk. 3). semakin
sulit melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk meningkatkan perubahan ekonomi
dan sosial.
Disamping itu tingginya kelahiran
merupakan penyumbang utama bagi pertumbuhan suatu wiayah dengan cepat dan
mekarnya wilayah pemukiman pasti akan membuka masalah baru dalam menata dan
atau mempertahankan kesejahteraan warganya. Untuk itu program Keluarga
Berencana (KB) melalui upaya pengaturan dan perencanaan kelahiran secara mikro akan
dapat membantu keluarga untuk mengembangkan kualitas sumber daya anggotanya, karena
dengan jumlah anak yang ideal atau penganutan nilai keluarga kecil, keluarga
akan lebih efektif dalam melakukan pengasuhan, pembinaan terhadap anggota keluarga dan keluarga memiliki peluang
yang lebih besar dalam pengembangan aktivitas ekonomi keluarga. Disamping itu
pertumbuhan penduduk yang cepat yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi
dan kualitas sumber daya alam dan manusia yang memadai tentu akan menjadi beban
dalam pelaksanaan pembangunan. Oleh karena itu Program KB pada dasarnya bukan merupakan
program untuk membatasi jumlah anak akan tetapi merupakan program perencanaan dan
pengaturan ideal jumlah anggota keluarga dalam rangka pemenuhan aspek
pendidikan, kesehatan, dan ekonomi keluarga yang secara makro bertujuan untuk
membantu penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan bagi pelaksanaan pembangunan
dan merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang handal dimasa
depan.
1.2. T u j u a n
Tujuan dari penyusunan laporan ini adalah sebagai :
· Laporan hasil kinerja
pelaksanaan program KB di wilayah kerja UPTB PP dan KB Kecamatan Masbagik sampai dengan bulan Juni 2012, untuk melihat sampai sejauh mana input program dan capaian
kinerja sebagai landasan operasional semester
berikutnya.
· Memberikan
informasi secara jelas dan rinci mengenai perkembangan program KB/KR, KS/PK dan
program penguatan kelembagaan serta jejaring KB sampai dengan bulan Juni 2012
diwilayah Kecamatan Masbagik.
· Memberikan
deskripsi tentang pencapaian target program pelayanan KB dan KS sampai dengan
bulan Juni 2012 diwilayah Kecamatan Masbagik
1.3. Ruang Lingkup
Ruang lingkup evaluasi program meliputi
tenaga pengelola program KB di tingkat Kecamatan, Desa, Dusun sampai ketingkat RT,
semua aspek program, dan pendanaan, sarana dan prasarana pendukung lancarnya
pelaksanaan program.
1.4. Periode Evaluasi
Laporan ini mencakup evaluasi program Keluarga Berencana (KB) selama
enam bulan pertama (semester I) yaitu bulan Januari sampai dengan
Juni 2012 yang merupakan kelanjutan program dari periode sebelumnya.
1.5. Metodologi
Metodologi
analisa yang digunakan pada evaluasi program Keluarga Berencana (KB) semesteran
ini, yaitu menggunakan Input-Output
Analisis System yang akan membandingkan
ketersediaan sarana, prasarana, dan tenaga program serta output yang dihasilkan
dari input yang ada.
BAB II
I N P U T P R O G
R A M
2.1.
Ketenagaan
Tenaga Program
tingkat Kecamatan adalah tenaga Kabupaten yang diperbantukan di tingkat Kecamatan
dengan jabatan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dan atau Petugas Lapangan
Keluarga Berencana (PPLKB) yang
dikoordinir oleh seorang Kepala Unit Pelaksana Teknis dan Kepala Sub-Bagian
Tata Usaha. Jumlah tenaga Program tingkat
Kecamatan sebanyak 2 orang yang terdiri dari tenaga struktural, sedangkan tenaga Program ditingkat Desa sebanyak 10 orang yang terdiri dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) sebanyak 7 orang dan Petugas
Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) sebanyak 1 orang ditambah tenaga sukarela 2
orang. Ini artinya dari 10 ( sepuluh ) desa yang ada di wilayah Kecamatan
Masbagik rata-rata telah memiliki Petugas Lapangan KB, namun disi lain jika
dilihat dari rasionya baik terhadap PUS, Kepala Keluarga, Penduduk serta
lainnya maka jumlah ini masih belum memadai, karena untuk dapat melaksanakan
tugas secara maksimal idealnya satu Petugas Lapangan KB membina 1000 PUS, namun
kenyataannya 1 orang PLKB ada yang membina lebih dari 1000 PUS dalam 1 desa.
2.2.
Alat Kontrasepsi
Dalam rangka menekan laju pertumbuhan
penduduk melalui program Keluarga Berencana (KB), pemerintah menyediakan Alat
Kontrasepsi (Akon) gratis bagi keluarga ( prioritas bagi keluarga Pra Sejahtere
dan KS I ) sehingga apa yang dihajatkan pemerintah dapat tercapai. Sementara
itu bagi keluarga mampu ( KS II, KS III dan KS III plus )lebih diarahkan kepada
kemandirian. Distribusi Alat Kontrasepsi dari Pusat ke Daerah merupakan wujud
kepedulian pemerintah dalam mensejaterakan rakyatnya. Dropping Alat Kontrasepsi dari BKKBN Pusat melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
(BPPKB) Kabupaten Lombok Timur sampai dengan
bulan Juni 2012 tercatat sebagaimana tabel berikut ini :
Tabel 2.1 :
Droping Alat Kontrasepsi (Alkon) Kecamatan Masbagik
Sampai Dengan Bulan Juni 2012
NO
|
BULAN
|
ALKON
|
||||
PIL
|
SUNTIKAN
|
IMPLANT
|
IUD
|
KONDOM
|
||
1
|
Januari
|
3100
|
2650
|
10
|
25
|
24
|
2
|
Februari
|
0
|
0
|
85
|
0
|
0
|
3
|
Maret
|
100
|
100
|
95
|
0
|
0
|
4
|
April
|
3700
|
2750
|
60
|
25
|
145
|
5
|
Mei
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
6
|
Juni
|
100
|
140
|
260
|
0
|
0
|
J u m l a h
|
7000
|
5640
|
510
|
50
|
169
|
|
Sumber
data : F/II/KB, diolah
Jumlah alat kontrasepsi diatas digunakan untuk pembinaan
peserta KB aktif dan memenuhi kebutuhan akseptor KB baru sebagaimana hasil
pencapaian program sampai dengan bulan Juni 2012.
2.3.
Perkembangan Intitusi Masyarakat Pedesaan
(IMP)
Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP)
yang berfungsi sebagai perpanjangan tangan dari PLKB/PKB ditingkat lini lapangan memiliki kontribusi
yang sangat besar dalam rangka mensukseskan pelaksanaan program KB ditingkat
lini lapangan. Sebagai Institusi pengelola
program KB pada tingkat lini lapangan, maka Institusi Masyarakat Pedesaan perlu
dibina, diberdayakan serta ditumbuh kembangkan agar mampu melaksanakan peran
bahaktinya secara maksimal sehingga mampu menggerakkan dan memberdayakan
seluruh masyakat dalam program Keluarga Berencana. .
Keberhasilan Program KB selama ini
merupakan wujud nyata partisipasi masyarakat melalui Institusi Masyarakat
Pedesaan (IMP) yang ada seperti PPKBD, Sub PPKBD, Kelompok KB, Dasa Wisma
sampai kepada institusi keluarga, disamping itu pula tidak terlepas dari Peranan Tokoh Agama (Toga), Tokoh Masyarakat
(Toma), Tokoh Adat, Karang Taruna,Tokoh Pemuda dan lainnya melalui wadah
pondok-pondok pesantren, lembaga-lembaga sosial
dalam melakukan berbagai macam kegiatan yang meliputi : Komunikasi
Informasi dan Edukasi (KIE), Pembinaan dan Pelayanan kontrasepsi kepada PUS , Registerasi,
Pelaporan, Rujukan dll. Sampai dengan akhir juni 2012 kondisi perkembangan
Institusi Masyarakat Pedesaan di Kecamatan Masbagik dapat kami laporkan sebagai
berikut : Pembantu Petugas Keluarga Berencana Desa (PPKBD) sebanyak 10, Sub Pembantu
Petugas Keluarga Berencana Desa (Sub-PPKBD) sebanyak 77, Kelompok KB sebanyak 73 kelompok. Secara kualitas Institusi Masyarakat Pedesaan yang ada diwilayah
Kecamatan Masbagik rata-rata berada pada klasifikasi berkembang dengan peran bhakti
yang dilaksanakan antara 3 sampai dengan 6 peran.
2.4. Kelompok Ketahanan dan
Pemberdayaan Keluarga .
Untuk
meningkatkan ketahanan dan pemberdayaan keluarga sebagai upaya mewujudkan
keluarga kecil bahagia dan sejahtera, pemerintah menempuh berbagai kebijakan
yang dituangkan dalam beberapa program, diantaranya melalui Program Peningkatan
Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Keluarga. Program ketahanan keluarga bertujuan mengembangkan kemampuan
keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang anak, pembinaan remaja,
perawatan keluarga lansia serta peningkatan kualitas lingkungan keluarga. Bentuk
program ini meliputi ;
1.
Program Bina
Keluarga Balita (BKB)
2.
Program Bina
Keluarga Remaja (BKR)
3.
Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL)
4.
Program Bina
Lingkungan Keluarga (BKLK)
Sedangkan program pemberdayaan ekonomi
keluarga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan
kemandirian keluarga (khususnya para
istri) di bidang usaha dalam rangka ikut membantu suami dalam penguatan
ekonomi keluarga melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera
(UPPKS) .
2.5. Sumber Dana
Dalam
pelaksanaan Program KB di Kecamatan Masbagik sampai dengan Juni 2012 belum memiliki dana operasional yang memadai khususnya untuk Petugas
Lapangan KB yang ada pada masing-masing wilayah di Kecamatan Masbagik baik yang bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD I) maupun yang bersumber dari APBD II Kabupaten Lombok Timur.
BAB III
O U T P U T P R
O G R A M
Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM)
peserta KB Baru tahun 2012 disepakati sebesar 3.694 (88,97 %) dari total Unmeetneed awal tahun 2012 sebesar 4.152 dengan rincian permix kontrasepsi sebagai berikut
: IUD: 450 (12,18 % ), MOP: 25 (0,68 % ), MOW: 100 (2,71 % ), Implant : 350 (9,47 %), Suntikan : 1.579 (42,74 %), Pil : 1.140 (30,86 %), dan Kondom : 50 (1,35 % ). Untuk
memudahkan pemahaman mengenai PPM ini dapat dicermati pada grafik berikut :
Grafik 3.1 : Perkiraan Permintaan Masyarakat
(PPM) Peserta KB Baru
UPTB PP dan KB Kec. Masbagik – Tahun 2012

3.1. Peserta KB Baru
Sampai dengan
akhir Juni 2012 jumlah Pasangan Usia Subur yang berhasil dimotivasi untuk
menjadi peserta KB Baru diwilayah Kecamatan Masbagik adalah mencapai 2.050 Akseptor (55,49 % dari PPM PB sebesar 3.964) dengan rincian permik kontrasepsi : IUD : 118, MOP : 0,
MOW : 8, Kondom : 38, Implan : 284, Suntikan : 1.243 dan Pil : 359 dengan rincian perdesa sebagaimana terlihat
pada tabel berikut :
Tabel 3.1 : Data Capaian Peserta KB
Baru UPTB PP dan KB
Kecamatan
Masbagik Sampai Juni Tahun 2012
NO.
|
DESA
|
PPM
|
PESERTA KB BARU
|
(%)
|
|||||||
IUD
|
MOW
|
MOP
|
KDM
|
IPL
|
STK
|
PIL
|
TOTAL
|
||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
1
|
Masbagik
Utara
|
338
|
18
|
0
|
0
|
5
|
24
|
128
|
12
|
187
|
55,32
|
2
|
Masbagik
Selatan
|
460
|
51
|
0
|
0
|
4
|
37
|
302
|
120
|
514
|
111,7
|
3
|
Masbagik
Timur
|
314
|
0
|
0
|
0
|
0
|
29
|
77
|
0
|
106
|
33,74
|
4
|
Paok
Motong
|
485
|
8
|
5
|
0
|
15
|
25
|
125
|
51
|
229
|
46,19
|
5
|
K e s i k
|
287
|
5
|
0
|
0
|
2
|
88
|
56
|
174
|
60,61
|
|
6
|
Danger
|
525
|
5
|
2
|
0
|
0
|
32
|
126
|
23
|
188
|
35,81
|
7
|
Ld. Nangka
|
349
|
24
|
0
|
0
|
1
|
52
|
196
|
42
|
315
|
90,26
|
8
|
Mgk. Utara
Baru
|
284
|
2
|
0
|
0
|
2
|
18
|
75
|
6
|
103
|
36,27
|
9
|
Ld. Nangka
Utara
|
474
|
1
|
1
|
0
|
9
|
34
|
64
|
27
|
136
|
28,69
|
10
|
Kumbang
|
178
|
4
|
0
|
0
|
0
|
10
|
62
|
22
|
98
|
55,06
|
JUMLAH
|
3694
|
118
|
8
|
0
|
38
|
284
|
1.243
|
359
|
2.050
|
55,49
|
|
PROSENTASE
|
5,76
|
0,39
|
0
|
1,85
|
13,85
|
60,63
|
17,51
|
||||
Sumber data : FF/II/KB diolah
Dari data pada tabel
di atas terlihat bahwa persentase tertinggi jumlah pencapaian
peserta KB baru sampai dengan bulan Juni 2012 terdapat di
Desa Masbagik Selatan dengan capaian sebanyak 514 akseptor (111,7 %) dari jumlah PPM PB tahun 2012 sebesar 460, sedangkan
Desa dengan pencapaian Akseptor Baru terendah adalah Desa Lendang Nangka Utara
dengan pencapaian sejumlah 136 akseptor ( 28,69 % ) dari total PPM PB tahun
2012 sebesar 474.
Dilihat dari trend
pencapaian peserta KB Baru terhadap penggunaan kontrasepsi pada desa-desa
diwilayah Kecamatan Masbagik, maka penggunaan kontrasepsi masih didominasi oleh
kontasepsi sederhana yaitu sejumlah 1.640 ( 80,00 % ) dari pencapaian Akseptor
Baru sebanyak 2.050. Hal ini merupakan tantangan bagi kami khususnya pengelola
program Keluarga Berencana ditingkat lini lapangan, karena baimanapun
penggunaan alat kontrasepsi sederhana ini sangat rentan terhadap drop out
apabila tidak dibina secara intensif lebih-lebih dengan masih lemahnya
institusi masyarakat pedesaan yang ada dimasing-masing desa.
3.2. Peserta KB Aktif
Jumlah Pasangan Usia Subur yang
berhasil dibina untuk menjadi peserta KB Aktif sampai dengan bulan Juni tahun
2012 di Kecamatan Masbagik tercatat sejumlah 15.683 Akseptor ( 73,85 % ) dari
total PUS sebanyak 21.237, atau 104,25 % dari PPM PA Tahun 2012 sebesar 15.043,
dengan rincian permik kontrasepsi sebagaimana terlihat pada tabel berikut ini :
Tabel 3.2 : Data Capaian Peserta KB Aktif UPTB PP dan KB
Kecamatan
Masbagik Sampai Juni Tahun 2012
NO.
|
DESA
|
PUS
|
PPM
|
PESERTA KB AKTIF
|
%
/ PUS
|
% /PPM
|
|||||||
IUD
|
MOW
|
MOP
|
KDM
|
IPL
|
STK
|
PIL
|
TOTAL
|
||||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
14
|
1
|
Masbagik Utara
|
1.985
|
1.448
|
193
|
66
|
0
|
18
|
235
|
630
|
372
|
1.514
|
76,27
|
104,5
|
2
|
Masbagik Selatan
|
2.938
|
2.116
|
500
|
48
|
0
|
26
|
207
|
927
|
416
|
2.124
|
72,29
|
100,38
|
3
|
Masbagik Timur
|
1.823
|
1.247
|
43
|
39
|
0
|
15
|
303
|
601
|
387
|
1.388
|
76,14
|
111,31
|
4
|
Paok Motong
|
3.224
|
2.051
|
217
|
52
|
4
|
57
|
84
|
1084
|
958
|
2.456
|
76,18
|
119,75
|
5
|
K e s i k
|
1.851
|
1.329
|
136
|
26
|
0
|
17
|
178
|
638
|
336
|
1.331
|
71,91
|
100,15
|
6
|
D a n g e r
|
2.875
|
2.094
|
147
|
91
|
0
|
2
|
217
|
1.090
|
443
|
1.990
|
69,22
|
95,03
|
7
|
Ld. Nangka
|
1.911
|
1.375
|
100
|
28
|
0
|
11
|
368
|
823
|
270
|
1.600
|
83,73
|
116,36
|
8
|
Mgk. Utara Baru
|
1.577
|
1.164
|
75
|
56
|
0
|
18
|
333
|
470
|
232
|
1.184
|
75,08
|
101,72
|
9
|
Ld. Nangka Utara
|
1.939
|
1,410
|
47
|
19
|
0
|
26
|
155
|
666
|
392
|
1.305
|
67,30
|
92,55
|
10
|
Kumbang
|
1.114
|
809
|
74
|
26
|
0
|
2
|
55
|
424
|
210
|
791
|
71,01
|
97,78
|
JUMLAH
|
21.237
|
15.043
|
1.532
|
451
|
4
|
192
|
2.135
|
7.353
|
4.016
|
15.683
|
73,85
|
104,25
|
|
Sumber data : F/I/Dal/Des 2012
diolah
Dari data tabel di atas terlihat bahwa prosentase tertinggi jumlah peserta KB
aktif terhadap PUS sampai dengan bulan Juni 2012 terdapat di Desa Lendang Nangka dengan pencapaian sebanyak
1.600 akseptor (83,75%) dari jumlah PUS
sebesar 1.911, dan prosentase terendah
terdapat di Desa Lendang Nangka
Utara dengan jumlah pencapaian sebesar 1.305 ( 67,30 % ) dari jumlah PUS sebesar 1.939. Sedangkan jika dilihat
prosentase pencapaian terhadap PPM PA Tahun 2012, maka pencapaian peserta aktif
tertinggi ada di Desa Paok motong dengan pencapaian 119,75 % dari PPM PA
sebesar 2.051, dan desa yang paling rendah pencapaiannya adalah Desa Lendang Nangka
Utara dengan pencapaian 92,55 % dari total PPM PA sebesar 1.410. Untuk melihat trend perkembangan pencapaian
peserta KB Aktif perbulan diwilayah Kecamatan Masbagik sampai dengan bulan juni
2012 dapat kami tampilkan seperti grafik dibawah ini :
Grafik 3.2 : Trend Perkembangan Capaian Peserta KB Aktif Perbulan
Kec.Masbagik
Sampai Dengan Juni 2012

3.3.Pencapaian Peserta KB Aktif Jalur Swasta
Dari pencapaian peserta KB aktif sebagaimana yang kami
tampilkan pada tabel nomer 3.2 diatas, 4.342 akseptor ( 27,69 % ) dilayani
melalui jalur swasta ( dilayani pada dokter atau bidan praktik swasta ) dengan
rincian permix kontrasepsi : IUD : 536 (34,88 % ) dari jumlah CU sebanyak 1.535
akseptor, MOW : 43 ( 09,53 % ) dari
jumlah CU sebanyak 451, Kondom : 22 ( 11,40 % ) dari jumlah CU sebanyak 193, Implan
: 371 ( 17,38 % ) dari jumlah CU sebanyak 2.135, Sumtikan : 2.519 ( 34,26 % )
dari jumlah CU sebanyak 7.253, dan Pil sebanyak 851 ( 21,19 % ) dari CU pil
sebanyak 4.016 akseptor. Dari data yang kami uraikan diatas terlihat bahwa
tingkat kemandirian dalam penggunaan kontrasepsi oleh PUS peserta KB di Kecamatan Masbagik masih tergolong rendah
yaitu kurang dari 30 %. Adapun pencapaian peserta KB swasta perdesa
dapat kami sajikan sebagaiman pada tabel berikut :
Tabel 3.3.Data
Pencapaian Peserta KB Aktf Swasta Perdesa Kec. Masbagik
Permix Kontrasepsi Sampai Juni 2012
Permix Kontrasepsi Sampai Juni 2012
NO.
|
DESA
|
PUS
|
PA
|
PENCAPAIAN PA SWASTA PER MIX KONTRASEPSI
|
%
PS /
PA
|
|||||||
IUD
|
MOW
|
MOP
|
KDM
|
IPL
|
STK
|
PIL
|
TOTAL
|
|||||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
13
|
1
|
Masbagik Utara
|
1.985
|
1.514
|
84
|
0
|
0
|
0
|
9
|
362
|
156
|
611
|
40,37 %
|
2
|
Masbagik Selatan
|
2.938
|
2.124
|
262
|
16
|
0
|
12
|
84
|
303
|
60
|
737
|
34,69 %
|
3
|
Masbagik Timur
|
1.823
|
1.388
|
0
|
1
|
0
|
0
|
68
|
123
|
109
|
301
|
21,76 %
|
4
|
Paok Motong
|
3.224
|
2.456
|
39
|
13
|
0
|
10
|
31
|
305
|
80
|
478
|
19,46 %
|
5
|
K e s i k
|
1.851
|
1.331
|
20
|
1
|
0
|
0
|
32
|
193
|
118
|
364
|
27,35 %
|
6
|
D a n g e r
|
2.875
|
1.990
|
62
|
4
|
0
|
0
|
0
|
573
|
80
|
719
|
36,13 %
|
7
|
Ld. Nangka
|
1.911
|
1.600
|
24
|
6
|
0
|
0
|
60
|
172
|
56
|
318
|
19,88 %
|
8
|
Mgk. Utara Baru
|
1.577
|
1.184
|
37
|
0
|
0
|
0
|
63
|
248
|
97
|
445
|
37,58 %
|
9
|
Ld. Nangka Utara
|
1.939
|
1.305
|
8
|
2
|
0
|
0
|
24
|
99
|
65
|
198
|
15,17 %
|
10
|
Kumbang
|
1.114
|
791
|
0
|
0
|
0
|
0
|
0
|
141
|
30
|
171
|
21,62 %
|
JUMLAH
|
21.237
|
15.683
|
536
|
43
|
0
|
22
|
371
|
2.519
|
851
|
4.342
|
27,69 %
|
|
Sumber data : F/I/Dal 2012, diolah
Dari data tabel diatas terlihat bahwa
desa yang pecapaian peserta KB swasta tertinggi adalah Desa Masbagik Utara
dengan pencapaian 611 akseptor atau 40,37 % dari total peserta KB Aktif
sebanyak 1.514 akseptor, sedangkan desa yang pencapaian peserta KB swastanya
paling rendah yaitu Desa Lendang Nangka Utara dengan pencapaian 198 akseptor
atau 15,17 % dari total peserta KB Aktif sebanyak 1.305 akseptor.
3.4. Pencapaian
Peserta KB MKJP
Sampai dengan bulan juni 2012 jumlah peserta
KB yang menggunakan Methode Kontrasepsi Jangka Panjang di Kecamatan Masbagik
tercatat sebanyak 4.122 akseptor (26,28
% ) dari total CU sebanyak 15.683 akseptor dengan rincian permix kontrasepsi IUD : 1.532 ( 37,17 %),
Implan 2.135 (51,80 %) dan sisanya MOP dan MOW sejumlah 455 (11,04 %). Adapun
pencapaian MKJP perdesa dapat dilihat pada tabel 3.3.
3.5.
Program Ketahanan Keluarga
Program ketahanan keluarga bertujuan
meningkatkan dan mengembangkan kemampuan keluarga dalam pengasuhan dan pembinaan tumbuh kembang
anak, pembinaan remaja, perawata lansia serta peningkatan kualitas
lingkungan keluarga.
a. Kelompok Bina
Keluarga Balita (BKB)
Gerakan nasional
Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan pembangunan keluarga sejahtera
yang mendudukkan keluarga sebagai lingkungan dan wahana pendidikan pertama dan
utama bagi anak-anak balita melalui rangsangan fisik, mental intelektual,
spiritual, sosial, emosional serta moral yang bertumpu pada nilai-nilai agama
dan nilai luhur budaya bangsa sebagai upaya membina tumbuh kembang anak balita
secara menyeluruh dan terpadu.
b. Kelompok Bina
Keluarga Remaja (BKR)
Bina
Keluarga Remamaja (BKR) merupakan kegiatan yang dilakukan oleh keluarga yang
mempunyai anak remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua
atau keluarga lain dalam pembinaan tumbuh kembang anak dan remaja. Kelompok
Bina Keluarga berperan membimbing dan mengarahkan anak hidup sehat lahir dan
bathin, terhindar dari Napza, HIV-AIDs. Dengan ini remaja kita diharapkan dapat
menyaring budaya yang datang dari luar yang tidak sesuai dengan budaya, norma
dan agama kita.
c. Kelompok Bina
Keluarga Lansia (BKL)
Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL)
merupakan kelompok yang bergerak dibidang social yang memberikan perhatian
kepada kaum lansia. Keberadaan wadah Bina Keluarga Lansia ini diharapkan mampu berfungsi sebagai wahana bagi keluarga lansia khususnya dalam rangka membantu para lansia untuk memahami dan mengatasi berbagai permasalahan lansia didalam masyarakat.
d. Kelompok Bina
Kualitas Lingkungan Keluarga (BKLK)
Upaya meningkatkan
kualitas lingkungan keluarga untuk meningkatkan kesadaran, kepedulian dan peran
keluarga dalam pemeliharaan lingkungan fisik maupun non-fisik, sehingga dapat
tercipta hubungan yang harmonis agar keluarga dengan lingkungan sekitar dapat
mewujudkan keluarga berkualitas.
Kelompok Bina Kualitas Lingkungan
Keluarga (BKLK) diharapkan sebagai percontohan dalam menata lingkungan yang bersih dan sehat
dengan dilandasi semangat gotong royong dan kebersamaan.
Sampai dengan bulan Juni 2012 tercatat
kelompok Ketahanan
Keluarga di Kecamatan Masbagik, sebagai berikut
:
Tabel 3.3 : Data Jumlah Kelompok Ketahanan Keluarga
UPTB PP dan KB
Kec. Masbagik Sampai Bulan Juni Tahun 2012
NO
|
DESA
|
JUMLAH KELOMPOK
|
KET
|
|||
BKB
|
BKR
|
BKL
|
BKLK
|
|||
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
1
|
Masbagik
Utara
|
2
|
0
|
0
|
0
|
|
2
|
Masbagik
Selatan
|
1
|
0
|
0
|
0
|
|
3
|
Masbagik
Timur
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
4
|
Paok
Motong
|
1
|
0
|
0
|
0
|
|
5
|
K e s i k
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
6
|
Danger
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
7
|
Ld. Nangka
|
1
|
0
|
0
|
0
|
|
8
|
Mgk. Utara
Baru
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
9
|
Ld. Nangka
Utara
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
10
|
Kumbang
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
JUMLAH
|
5
|
0
|
0
|
0
|
||
Sumber
data : Laporan
Bulanan KB, Kec. Masbagik.
3.6. Pemberdayaan Ekonomi
Keluarga.
Kelompok
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) merupakan program
pemberdayaan ekonomi keluarga yang dikembangkan
oleh sektor Keluarga Berencana . Program ini bertujuan untuk
meningkatkan ketahanan dan kemandirian keluarga serta masyarakat melalui pemberdayaan
keluarga dibidang ekonomi dalam rangka mewujudkan keluarga kecil bahagia dan
sejahtera. Sampai dengan saat ini jumlah kelompok UPPKS yang dapat dicermati
pada data berikut :
Tabel 3.4 : Data Jumlah Kelompok Pemberdayaan Keluarga (UPPKS)
UPTB PP dan KB Kec. Masbagik Tahun 2012
NO
|
DESA
|
JUMLAH KELOMPOK UPPKS
|
JUMLAH MODAL
|
1
|
2
|
3
|
4
|
1
|
Masbagik
Utara
|
3
|
Rp 30.000.000,-
|
2
|
Masbagik
Selatan
|
0
|
-
|
3
|
Masbagik
Timur
|
2
|
Rp
10.000.000,-
|
4
|
Paok
Motong
|
2
|
Rp
10.000.000,-
|
5
|
K e s i k
|
0
|
-
|
6
|
Danger
|
1
|
-
|
7
|
Ld. Nangka
|
5
|
Rp
25.000.000,-
|
8
|
Mgk. Utara
Baru
|
0
|
-
|
9
|
Ld. Nangka
Utara
|
0
|
-
|
10
|
Kumbang
|
0
|
-
|
JUMLAH
|
11
|
Rp. 75.000.000,-
|
Sumber
data : F/I/Dal/2012
BAB IV
P E N U T U P
Laporan pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) Kecamatan Masbagik ini disusun sebagai
evaluasi dan sarana
menjaring feedback pelaksanan
program Keluarga Berencana (KB) oleh pihak pelaksana program Keluarga Berencana
(KB) tingkat Kecamatan Masbagik,
serta pihak-pihak terkait. Disamaping itu, diharapkan penyampaian laporan ini dapat dijadikan sebagai bahan
kajian dalam rangka penyusunan dan penetapan perencanaan serta
pembuatan kebijakan oparasional pengendalian program untuk periode berikutnya.
***
Drs. Syamsuddin
UPTB PP & KB Kec.Masbagik